Logo SantriDigital

Ilmu

Khutbah Jumat
A
Akhoen Al-isra
30 April 2026 5 menit baca 0 views

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ ي...

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Kita berkumpul di hari yang mulia ini, di bawah naungan rahmat Allah yang Maha Luas. Di hadapan-Nya, kita semua adalah hamba yang hina, yang senantiasa membutuhkan limpahan karunia dan ampunan-Nya. Sungguh, sebuah keberuntungan besar jika hari-hari kita diisi dengan kesadaran akan keagungan Sang Pencipta, dengan rasa takut yang tulus kepada-Nya, serta dengan kerinduan mendalam untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, izinkan saya mengajak diri saya pribadi dan segenap hadirin sekalian untuk merenungi satu nikmat agung yang dianugerahkan Allah kepada kita, sebuah cahaya yang menerangi kegelapan dunia dan akhirat, yaitu ILMU. Wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah, ilmu bukanlah sekadar tumpukan pengetahuan di benak kita, bukan pula gelar yang terpampang di belakang nama. Ilmu yang sesungguhnya adalah cahaya yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, yang membimbing langkah kita di jalan ketaatan, dan yang mendekatkan hati kita kepada Sang Pemilik Ilmu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: > وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا > "Dan katakanlah, ‘Ya Tuhan-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’" (QS. Thaha: 114) Lihatlah, wahai saudara-saudari sekalian, bahkan junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah dijamin masuk surga, diperintahkan untuk senantiasa memohon tambahan ilmu. Ini menunjukkan betapa tingginya derajat ilmu di sisi Allah, dan betapa pentingnya kita untuk senantiasa haus akan ilmu. Ilmu yang benar akan tumbuh dari hati yang takut kepada Allah. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Ilmu yang kita pelajari hendaknya bukan hanya ilmu duniawi yang membuat kita pandai merangkai kata atau menghitung angka, melainkan ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang Allah, tentang Rasul-Nya, tentang kitab-Nya, tentang syariat-Nya, tentang hakikat kehidupan ini, dan yang terpenting, ilmu tentang diri kita sendiri serta bagaimana cara mempertanggungjawabkannya kelak di hadapan Allah. Ilmu adalah bekal. Tanpa ilmu, kita bagaikan berjalan di kegelapan malam tanpa obor, mudah tersesat, terjerumus dalam jurang kesesatan dan kebinasaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: > مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ > "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, niscaya Allah akan menjadikannya faqih (memiliki pemahaman mendalam) dalam urusan agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Perhatikanlah, kunci kebaikan hakiki oleh Allah dititipkan pada pemahaman agama. Bukankah kita merindukan kebaikan di dunia dan di akhirat? Bukankah kita menginginkan kebahagiaan sejati yang abadi? Maka, jadikanlah ilmu agama sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Carilah ia dengan sungguh-sungguh, tuntutlah ia dengan segala kerendahan hati, dan amalkanlah ia dengan penuh keikhlasan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Seringkali kita disibukkan oleh urusan dunia yang fana, tenggelam dalam gemerlapnya, larut dalam hiruk pikuknya, hingga melupakan hakikat penciptaan kita. Kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal-hal yang tidak mendatangkan faedah akhirat, namun enggan meluangkan sedikit saja waktu untuk duduk di majelis ilmu, membaca kitab Allah, atau merenungi ayat-ayat-Nya. Betapa malangnya diri ini, jika bekal untuk hari perhitungan masih sangat sedikit. Pernahkah kita berdiri di hadapan cermin, lalu merenungi fisik kita yang suatu saat akan hancur dimakan tanah? Pernahkah kita memikirkan setiap hembusan nafas yang keluar, apakah ia akan menjadi saksi kebaikan atau justru menambah tumpukan dosa? Ketakutan itu hadir, bukan untuk menjadikan kita putus asa, melainkan untuk membangkitkan semangat kita meraih rahmat dan ampunan-Nya. Allahumma, sungguh kami sangat membutuhkan cahaya ilmu-Mu. > يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ > "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhan-mu, dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat kemenangan." (QS. Al-Hajj: 77) Kemenangan yang dijanjikan Allah dalam ayat ini, sejatinya diraih oleh mereka yang beriman, yang bersujud, yang beribadah, dan yang beramal shalih. Semua itu berakar dari ilmu. Tanpa ilmu, ibadah kita bisa jadi sia-sia, amalan kita bisa jadi tertolak. Ketahuilah, ilmu adalah kunci untuk menggapai falah, yaitu keberuntungan sejati di dunia dan akhirat. Wahai diri, wahai saudaraku yang mendambakan surga, yang takut akan siksa neraka! Marilah kita bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Jadikan setiap detik berharga. Buatlah guru kita bangga, buatlah orang tua kita bahagia, bukan hanya dengan prestasi dunia, tetapi lebih dari itu, dengan akhlak mulia yang lahir dari ilmu. Ingatlah, orang yang berilmu adalah orang yang beruntung, karena ia memiliki cahaya yang menuntunnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan: > إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ > "Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar." (HR. Bukhari) Belajar dari para ulama yang amanah, belajar dari kitab-kitab yang terpercaya, bahkan belajar dari alam semesta ini, adalah bukti kecerdasan dan kepekaan kita terhadap kebesaran Allah. Jangan pernah merasa cukup, jangan pernah merasa pintar. Rendahkan hati di hadapan guru, dan teruslah menggali samudra ilmu yang tak bertepi. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Bayangkanlah sebuah pohon. Akarnya adalah tauhid, batangnya adalah ketaatan, ranting-rantingnya adalah berbagai amalan shaleh. Namun, tanpa pupuk ilmu, tanpa siraman wahyu, pohon itu takkan tumbuh subur, takkan berbuah lebat. Maka, kuatkanlah akar tauhidmu dengan ilmu. Perbaikilah batang ketaatanmu dengan tuntunan ilmu. Hiasilah diri dengan buah-buah amal shaleh yang lahir dari pemahaman ilmu yang benar. Sungguh, betapa meruginya kita jika telah diberi akal untuk berpikir, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, namun tidak digunakan untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Mari, di sisa usia yang Allah berikan ini, kita penuhi hari-hari kita dengan menuntut ilmu. Ilmu yang membuat kita semakin takut kepada Allah, semakin cinta kepada Allah, dan semakin rindu untuk bertemu dengan-Nya. Ilmu yang membuat kita sadar akan kelemahan diri, lalu memohon ampunan dan rahmat-Nya tanpa henti. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membukakan pintu-pintu ilmu bagi kita, membimbing hati kita untuk mengamalkannya, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung di dunia dan akhirat. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ---

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →